PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikofarmakologi

Agonis Terbalik

inverse agonist

Ringkasan Singkat

Zat farmakologis yang berikatan dengan reseptor yang sama dengan agonis namun menghasilkan efek biologis yang berlawanan.

Dalam psikofarmakologi, agonis terbalik (inverse agonist) adalah ligan yang berikatan dengan reseptor saraf yang sama dengan agonis, namun justru memicu respons farmakologis yang secara fungsional berlawanan dengan apa yang dilakukan oleh agonis tersebut. Ini berbeda dengan antagonis, yang hanya memblokir aktivitas reseptor.

Agonis terbalik bekerja dengan menurunkan aktivitas konstitutif dari reseptor tersebut di bawah tingkat basalnya. Sebagai contoh, jika agonis pada reseptor tertentu menyebabkan perasaan kantuk, maka agonis terbalik pada reseptor yang sama mungkin akan memicu perasaan waspada atau kegelisahan. Pemahaman mengenai mekanisme ini sangat penting dalam pengembangan obat-obatan psikiatri modern untuk mengatur neurotransmisi di otak.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Stahl, S. M. (2013). Stahl's Essential Psychopharmacology. Cambridge University Press.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback